Sunday, September 16, 2018

Pagelaran Wayang Kulit, Perkuat Persatuan dan Pelestarian Budaya Bangsa


  
Bengkulu-Menjadi sarana pemersatu sekaligus sebagai upaya pelestarian budaya bangsa, dilaksanakan Pagelaran Seni Budaya Wayang Kulit Provinsi Bengkulu Tahun 2018, dengan Lakon Pendowo Bangun Praja, di Lapangan Plaza Stadion Sawah Lebar Kota Bengkulu, Sabtu malam (15/09). 

Tampak hadir dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu Budiman Ismaun (mewakili Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah), Waka II DPRD Provinsi Bengkulu Suharto, Wabup Seluma Suparto serta Dalang M Pamungkas Prasetyo Bayu Aji.

Kadis Dikbud Provinsi Bengkulu Budiman Ismaun mengatakan, dengan dilaksanakannya Pagelaran Wayang Kulit kali ini, diharapkan bisa semakin meningkatkan kecintaan terhadap kesenian daerah. Terlebih Wayang Kulit telah ditetapkan UNESCO secara internasional pada 7 November 2003 sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia.

“Jadi selayaknya kita peduli terhadap warisa budaya Indonesia ini. Oleh karena itu diharapkan Pagelaran Wayang Kulit di Provinsi Bengkulu ini dapat menjadi hiburan masyarakat dan sebagai upaya pelestarian warisan budaya Indonesia,” jelas Budiman Ismaun.

Hal senada juga disampaikan Waka II DPRD Provinsi Bengkulu Suharto. Menurutnya, perhatian Gubernur Bengkulu beserta jajaran terhadap kelestarian budaya Wayang Kulit ini, sangat pantas diberikan apresiasi tinggi. 

“Yang jelas kita bangga bahwa atas perhatian Plt Gubernur Bengkulu bersama jajaran Pemprov Bengkulu. Selain itu, tentu ini merupakan penghormatan tak terhingga, karena Pak Gubernur telah mengundang Mas Bayu Aji dalam kesempatan ini,” ungkap Suharto yang juga merupakan Tokoh Jawa Provinsi Bengkulu.

Sementara itu, pembukaan Pagelaran Wayang Kulit yang dihadiri masyarakat Jawa dan seluruh perwakilan masyarakat Bengkulu lintas suku dan etnis ini, ditandai pemukulan alat musik Gong oleh Kadis Dikbud Provinsi Bengkulu Budiman Ismaun didampingi Kepengurusan Tokoh Masyarakat Jawa serta penyerahan Wayang Kulit Pandowo Satria oleh Waka II DPRD Provinsi Bengkulu Suharto kepada Sang Dalang Bayu Aji. (Rian-Media Center, Humas Pemprov Bengkulu).

Read More »

Wednesday, September 5, 2018

Dekranasda Bangun Miniatur Provinsi Bengkulu




Bengkulu-Ketua Dekranasda Provinsi Bengkulu, Derta Wahyulin berencana akan menjadikan kantor Dekranasda yang berada di kawasan Lingkar Barat Kota Bengkulu, sebagai miniatur Provinsi Bengkulu. Hal ini disampaikan saat pembukaan Rapat Kerja Dekranasda Provinsi Bengkulu tahun 2018 yang digelar di Hotel Rafles City, Rabu (5/9/2018).

Dikatakannya, dikawasan komplek kantor Dekranasda yang saat ini hampir selesai direnovasi, disiapkan 10 anjungan kabupaten/kota yang akan diolah dan  diisi dengan karya, produk dan potensi daerah masing masing.  

Diharapkan kantor Dekranasda ini, menjadi etalase kabupaten/kota yang juga menjual berbagai oleh-oleh khas seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.  

"Kantor Dekranasda itu kita rancang untuk menjadi miniatur, atau taman mini Provinsi Bengkulu," ujar Derta.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang juga menjabat Ketua Harian Dekranasda Provinsi Bengkulu, Lierwan menjelaskan, pembangunan pusat industri kreatif daerah yang terpadu dan terintegrasi dalam satu kawasan bersama Dekranasda Provinsi Bengkulu. Hal ini dilakukan sebagai salah satu strategi pemerintah dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

Pusat industri kreatif dimaksudkan, lanjut Lierwan, berfungsi sebagai wadah dalam mengembangkan riset, teknologi, desain dan inovasi produk industri kreatif, sekaligus menjadi wadah dalam membangun sumber daya manusia serta komunitas kreatif unggulan sekaligus memfasilitasi promosi dan pemasaran produk.  

"Diharapkan dengan terbangunnya pusat kawasan industri kreatif daerah, dapat tercipta produk  inovatif, ungggulan hasil kolaborasi pelaku industri kreatif yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Selain itu juga terbangunnya sentra-sentra bisnis yang dapat dimanfaatkan sebagai jejaring para pelaku industri kecil dan menengah," katanya.

Sekda Provinsi Bengkulu saat membuka Raker Dekranasda Provinsi Bengkulu tahun 2018 menyampaikan, pembina dan pengurus Dekranasda dan satke holder terkait harus cepat menyikapi revolusi industri 4.0. Untuk bertahan memasuki revolusi industri ini menurut Sekda diperlukan kesiapan sumber daya manusia yang inovatif karena saat ini ekonomi indonesia bergeser ke arah sektor jasa dan industri kreatif.  

"Kedudukan Dekranasda sangat penting sebagai mitra pemerintah dalam mendukung kesiapan daerah untuk memasuki revolusi industri 4.0 dalam konteks pengembngan industri kreatif di Provinsi Bengkulu," tutur Nopian

Dalam kesempatan ini, juga di selenggarakan Dekranasda Award sebagai penghargaan terhadap pembina teladan dan kriya daerah terbaik.  

Juara pertama kategori pembina teladan diraih kabupaten Rejang Lebong,  juara kedua kabupaten Bengkulu Selatan dan juara ketiga kabupaten Kaur.

Sementara untuk kriya daerah terbaik, juara pertama diraih Kabupaten Rejang Lebong dengan Produk lampu batok kelapa, juara 2 Kabupaten Bengkulu Tengah dengan produk Kaligrafi Gedebok Pisang, dan juaraauar ketiga diraih Kota Bengkulu dengan Produk Kain Besurek. (Fredy-Media Center, Humas pemprov Bengkulu)


Read More »

Friday, August 31, 2018

Tiga Raperda Usulan Gubernur Bengkulu Dilanjutkan Pembahasannya

Bengkulu – Dewan Pewakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu melalui Komisi III menyetujui tiga Raperda usulan Gubernur Bengkulu untuk dilanjutkan pembahasannya ketahap berikutnya, yaitu pendapat akhir fraksi- fraksi.

Hal itu diketahui setelah mendengarkan laporan hasil pembahasan komisi III DPRD Provinsi, dalam Rapat Paripurna ke – 13 Masa Persidangan ke – II Tahun Sidang 2018, yang diselenggarakan di ruang Rapat Paripurna, Jumat (31/8/2018).

Adapun tiga Raperda usulan Gubernur Bengkulu yang disetujui untuk dibahas ditingkat selanjutnya yaitu : Raperda Perubahan atas Perda Nomor 5 Tahun  2013 Tentang Pengelolaan Pertambangan, Mineral dan Batu Bara, Raperda tentang Penyelengaraan Lalu Lintas Jalan dan Angkutan Jalan serta Raperda tentang Pengelolaan Air Tanah.

“Pada prinsipnya Komisi III menyetujui Raperda tentang Pengelolaan Pertambangan, Mineral dan Batu Bara, Raperda tentang Penyelengaraan Lalu Lintas Jalan dan Angkutan Jalan serta Raperda tentang Pengelolaan Air Tanah dilanjutkan pembahasannya untuk menjadi Perda,” sebut Helmi Paman, membacakan laporan hasil Pembahasan Komisi III.

Disamping itu, Komisi III juga memberikan saran kepada pemerintah, agar Raperda yang telah terbentuk menjadi Perda nantinya, dapat dilaksanakan dan dikelola dengan baik serta Gubernur diminta untuk menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) nya.  

“Mengingat pentingnya Perda ini, diminta kepada Gubernur untuk menerbitkan Pergub paling lambat satu bulan sejak Perda ini diundangkan dan  instansi terkait dapat mengeluarkan SOP- nya.” sampai Helmi Paman.

Rapat Paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRD Provinsi Bengkulu Ihsan Fajri, dihadiri Sekda Provinsi Bengkulu Nopian Andusti, Unsur Forkompinda Provinsi, Instansi Vertikal serta  Perwakilan OPD dilingkup Pemprov Bengkulu.

Sebelumnya, agenda sidang dibuka dengan penyampaian  laporan hasil kegiatan Reses anggota DPRD Provinsi Bengkulu Masa Persidangan ke –II Tahun Sidang 2018.

Kemudian, Rapat Paripurna  dilanjutkan dengan agenda  Pengesahan Risalah Masa Persidangan ke –I Tahun Sidang 2018 serta Penutupan Masa Persidangan ke – II Tahun Sidang 2018 DPRD Provinsi Bengkulu. (Saipul-Media Center, Humas Pemprov Bengkulu).
Read More »

Thursday, August 30, 2018

Terpilih, Duta Baca Provinsi Bengkulu Inginkan Inovasi Literasi


Bengkulu-Endang Saputra, perwakilan dari Kabupaten Rejang Lebong terpilih sebagai Duta Baca Provinsi Bengkulu 2018. Dirinya mengungkapkan, salah satu tips meningkatkan minat baca kalangan masyarakat adalah dengan inovasi literasi. Menurutya, bacaan tak hanya sebatas pada tulisan kertas ataupun buku, akan tetapi kemajuan teknologi telah menciptakan literasi dalam bentuk visual layar digital.

"Minat baca dinilai rendah jika dibandingkan dengan menonton televisi ataupun layar gadget. Untuk itu penerapan inovasi literasi menjadi penting dan bisa menarik minat baca," papar Endang saat malam final pemilihan duta baca Provinsi Bengkulu, Rabu 29/8/2018.

Terpilihnya duta baca ini melalui seleksi sebanyak 46 kandidat. Kemudian tim seleksi melakukan penyaringan sehingga dipilih 10 besar finalis. Endang mampu menepati posisi paling unggul diatas Reka Amelia, Oki Alek Sartono dan 7 finalis lain.

Sebelumnya, Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Minat Baca dari Perpusnas, Deni Kurniadi menyatakan dari berbagai survei menempatkan Indonesia sebagai masyarakat dengan minat baca rendah.

"Tetapi berbanding terbalik saat dilakukan inovasi pada kegiatan kegiatan komunitas baca, seperti perpustakaan keliling, ataupun pameran buku. Minat masyarakat tinggi, dan bacaan seperti itu selalu dikerumuni peminat," ucap Deni Kurniadi.

Maka, lanjut Deni, infrastruktur perpustakaan mulai dari bahan bacaan, koleksi bacaan dan jumlah perpustakaan hendaknya kuantitasnya ditambah sehingga bisa menyebar ke pelosok pelosok desa.

Pada kesempatan yang sama, Asisten I Setda Provinsi bengkulu Hamka Sabri menilai minat baca bisa dibudayakan dari keluarga. Jika tiap keluarga bisa menanamkan budaya membaca sekaligus targetnya sejak dini, maka membaca akan menjadi kebutuhan.

"Banyak sekali inovator kreatif yang muncul di belahan dunia ini, mereka tak lepas dari kebiasaan membaca," kata Hamka.

Dirinya berharap, dengan terpilihnya Duta Baca maka akan mampu meningkatkan jumlah komunitas membaca dan meningkatkan minat baca masyarakat. Ini juga akan diimbangi oleh pemerintah, tentang penyediaan infrastruktur perpustakaan dan bahan bacaan.

"Semoga terlahir Duta Baca dari Bengkulu ini seperti sosok Najdwa Sihab, dan tokoh tokoh menginspirasi lain," tuturnya
Read More »

Wednesday, August 29, 2018

Bazar Kukerta UNIHAZ Angkat Produk Unggulan Desa

Bengkulu – Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Nopian Andusti membuka Bazar Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Periode 29 Universitas Hazairin, Rabu (29/8) di Bencoolen Indah Mall (BIM). Dalam bazar ini, ditampilkan 13 stand yang mewakili 43 desa. Produk yang ditampilkan adalah olahan – olahan kuliner dari desa tempat Kukerta Unihaz dilaksanakan.

Pada kesemptan ini, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Nopian Andusti mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh Unihaz termasuk keberhasilannya melakukan inovasi pengabdian kepada masyarakat.



Melalui kuliah kerja nyata (Kukerta), Unihaz mengangkat produk – produk unggulan di masing – masing desa dalam rangka mendorong one village one product.

“Jadi bukan hanya datang ke desa, tetapi betul – betul menggali potensi yang ada di desa, diangkat dan dikembangkan menjadi produk unggulan di masing – masing desa yang mereka kunjungi,” jelas Sekdaprov Bengkulu Nopian Andusti sempat mengunjungi stand – stand yang ada di bazar Kukerta ini.

Nopian Andusti melihat, ini merupakan suatu inovasi dengan memanfaatkan produk – produk yang sebenarnya tidak memiliki nilai ekonomis, seperti kulit pisang, sayur – sayuran, yang diubah menjadi sesuatu yang lebih bernilai.

“Kita harapkan kreatifitas seperti ini dapat diikuti oleh kita semua, oleh perguruan tinggi di Provinsi Bengkulu dan nanti dinas dan instansi yang ada di Provinsi Bengkulu dapat mengembangkan, menjadi produk unggulan Provinsi Bengkulu.

Rektor Universitas Hazairin Yulfiperius menjelaskan dilaksanakannya Bazar Kukerta Universitas Hazairin ini agar masyarakat Bengkulu dapat mengenal bahwa Bengkulu ini kaya dengan kuliner, berdasarkan kearifan lokal yang harus diangkat dan perkenalkan.

Ia juga menambahakan produk – produk ini akan dinilai dan diseleksi untuk dipatenkan, sehingga kedepan Provinsi Bengkulu memiliki paten tentang kuliner – kuliner. Setiap tahun produk yang dibuat oleh mahasiswa Unihaz akan dipatenkan sebagai ciri khas dari Provinsi Bengkulu.

“Sumbangsih kami sebagai perguruan tinggi didalam pembangunan Provinsi bengkulu khususnya dan Indonesia pada umumnya oleh pendidikan tinggi adalah melalui pengabdian seperti yang kami lakukan ini,” jelas Yulfiperius.

Bazar Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Hazairin ini juga dihadiri oleh Danlanal Bengkulu Letkol Laut (P) M. Andri Wahyu Sudrajat, Kepala Dinas Perindag Provinsi Bengkulu Lierwan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bengkulu Muslih Z. serta tamu kehormatan lainnya. (Morecka – Media Center Humas Pemprov Bengkulu)
Read More »

Optimalkan Pemberdayaan Zakat, Tekan Angka Kemiskinan


Bengkulu-Upaya Pengentasan Kemiskinan dan Peretasan Ketertinggalan di Bengkulu, sejauh ini terus digencarkan Pemda Provinsi Bengkulu dengan menggandeng berbagai Kementerian terkait. Salah satunya bekejasama dengan Kementeriaan Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PKM RI).

Adapun bentuk kerjasama antara Pemerintah Provinsi Bengkulu denhan Kemenko PKM ini, terkait penguatan kerjasama antar kementerian dan lembaga dalam pemberdayaan zakat.

Dijelaskan Asisten Deputi Pemberdayaan dan Kerukunan Uman Beragama Kemenko PKM RI Aris Darmansyah, Penguatan Kerjasama Pemberdayaan Zakat ini, memiliki sejumlah sasaran yang ingin dicapai. Diantaranya, mendapatkan gambaran tentang hal-hal yang dapat memperkuat kerjasama antar lembaga keagamaan, khususnya optimalisasi pemberdayaan/ penggunaan zakat sebagai penunjang dalam program pembangunan manusia.

“Berkaitan tugas dan fungsi kami, bersama seluruh pemerintah daerah mencoba mengoptimalkan penggunaan zakat untuk peningkatan kemampuan sumber daya manusia. Sebagaimana kita ketahui bahwa potensi zakat itu sangat besar sekali, sehingga bisa membantu menurunkan angka kemiskinan di Bengkulu,” terangnya pada Rapat Koordinasi Penguatan Kerjasama Antar Kementerian dan Lembaga Dalam Pemberdayaan Zakat, di Ruang pertemua salah satu Hotel di Kota Bengkulu, Rabu (29/08).

Lanjut Aris Darmansyah, data Badan Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Bengkulu, potensi zakat yang bisa dikumpulkan cukup besar yaitu hingga 8 milyar rupiah per tahunnya. Sementara jumlah zakat yang berhasil dikumpulkan selama 1 tahun terakhir sebesar 2,8 milyar rupiah dengan jumlah yang disalurkan sebesar 2,4 milyar rupiah.

“Jelas ini potensinya sangat besar potensinya. Jika ini diberdayakan dan dikelola dengan baik, maka saya kira upaya menekan angka kemiskinan akan semakin meningkat,” tutupnya.

Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bengkulu Hamka Sabri mengatakan, Pemerintah Provinsi Bengkulu jelas menyambut baik program optimalisasi zakat ini, karena secara langsung turut membantu menekan angka kemiskinan daerah. Menurutnya, optimalisasi pengumpulan zakat tersebut akan sukses sesuai target, jika stek holder bersama pemerintah bersinergi.

“Memang kita akui bersama masih jauh dari harapan yang sesuai dengan hasil pendataan potensi zakat yang ada. Tapi Pemprov Bengkulu akan terus berusaha untuk meningkatkan, baik dari jumlah orangnya maupun jumlah financial yang terkumpulkan,” ungkap Hamka Sabri.

Sementara itu, dari rapat koordinasi yang turut dihadiri Kepala BI Perwakilan Bengkulu, Kakanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, perwakilan anggota BAZNAS RI dan Provinsi Bengkulu serta Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bengkulu, menghasilkan beberapa kebijakan.

Seperti peningkatan koordinasi dan kejasama Baznas Provinsi dan Pemda Provinsi Bengkulu serta ditingkat Kabupaten-Kota, sosialisasi Berzakat kepada masyarakat serta Optimalisasi zakat dari para ASN Se-Provinsi Bengkulu. (Rian-Media Center, Humass Pemprov Bengkulu).
Read More »

Tuesday, August 28, 2018

Rohidin Mersyah: Ilmu Bisa Mengubah Masa Depan dan Peradaban


Bengkulu-Upaya menciptakan generasi milenial Bengkulu yang berkualitas dan berdaya saing tinggi, Pemda Provinsi Bengkulu bekerjasama dengan salah satu Portal Berita Online dan Forum Dangau Datuk, gelar Sosialisasi Kuliah Mandiri ke Luar Negeri. Acara yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Sekretariat Provinsi Bengkulu, Selasa (28/08) ini, menghadirkan narasumber 5 orang mahasiswa yang saat ini tengah menimba ilmu di Negara Jerman dan Inggris.

Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Dikatakannya sosialisasi seperti ini sangat tepat disampaikan kepada para siswa SMA Sederajat di Kota Bengkulu, sehingga semakin semangat belajar untuk meraih cita-cita. Apalagi kuliah ke luar negeri hingga saat ini masih sangat menggiurkan dikalangan remaja.

Lebih lanjut Rohidin Mersyah yang merupakan lulusan terbaik UGM dan IPB tersebut, menjelaskan, dengan ilmu orang bisa mengubah masa depan dan peradaban.

“Ilmu itu merupakan barang ajaib. Ibaratnya kalau kita punya harta banyak kita akan repot untuk menjaganya. Tapi kalau punya ilmu banyak, dia (ilmu) yang akan mengamankan dan menjaga kita,” ungkap Rohidin Mersyah.

Hal senada juga disampaikan Hermen Malik selaku penggagas Program Bintang Menjemput Bintang (BJB). Menurutnya, yang perlu dilakukan oleh generasi milenial atau generasi Z bangsa ini, khususnya para pemuda Bumi Rafflesia adalah menkonstruksi ilmu (contruction knowledge), bukan hanya menerima ilmu (transform knowledge).

Karena terangnya, di negara-negara besar seperti di negara Jerman dan Inggris, para pelajar disana saat ini lebih banyak melakukan penelitian atas beberapa ilmu yang didapat. Sehingga, ilmu-ilmu terapan yang berhasil dikolabirasikan menjadi pengetahuan baru untuk menciptakan faktor pendorong majunya teknologi dan peradaban.

“Jadi dengan program ini, anak-anak Indonesia khsusnya di Bengkulu harus bisa menkonstruksi yang dipelajari untuk pembangunan negeri ini, yang sangat berbeda dengan pembangunan di negara-negara eropa,” papar Hermen Malik yang juga merupakan Bupati Kaur 2010-2015 tersebut.

Disampaikan Ketua Panitia Pelaksana Sosialisasi Kuliah Mandiri ke Luar Negeri Peri Sapran Ediwijaya, dengan menggandeng 5 orang mahasiswa terbaik Provinsi Bengkulu yang saat ini belajar di Jerman dan Inggris, dirinya mengklaim hal ini bisa memberikan warna baru bagi dunia pendidikan di Bengkulu.

“Program BJB memberikan kesempatan kepada putra – putri terbaik Provinsi Bengkulu dari berbagai latar belakang ekonomi untuk kuliah ke luar negeri,” ungkap Peri Sapran.

Selain itu, Peri juga memaparkan tujuan acara sosialisai ini, jelas untuk meningkatkan motivasi belajar dan motivasi juang anak-anak usia sekolah di provinsi Bengkulu.

“Lima orang anak-anak terbaik kita, telah membuktikan mereka mampu kuliah dan sekaligus berprestasi di kampusnya. Jadi tidak benar kita ini bangsa yang tidak cerdas, kita cerdas dan mampu bersaing. Kami yakin masih banyak anak-anak berpotensi di luar sana, dengan acara ini, semoga semakin banyak anak – anak kita yang kuliah ke luar negeri,” tutupnya. (Rian-Media Center, Humas Pemprov Bengkulu).


Read More »

Ratusan Sopir Angkot Bengkulu Demo Tuntut Grab Berhenti Beroperasi



Bengkulu-Ratusan pengemudi angkutan Kota Bengkulu trayek lima warna, memakirkan kendaraannya di ruas jalan pembangunan, depan Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa, (28/8/2018).

Aliansi angkot lima warna se-Kota Bengkulu ini, melakukan aksi mogok,  menuntut agar mode transportasi online Grab dilarang beroperasi hingga mempunyai izin sebagai angkutan umum.

Setelah menyuarakan tuntutannya di depan gerbang kantor Gubernur, ketua aliansi angkot lima warna Yupiter Kenedi, koordinator lapangan aksi Endang dan beberapa perwakilan supir angkot ini, menemui Sekda Provinsi Nopian Andusti.

Pertemuan yang juga dihadiri pejabat dari Dinas Perhubungan, Kominfo, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, berlangsung alot hingga sore hari.

Setelah berapa lama melakukan hearing dengan perwakilan berbagai pihak, akhirnya perwakilan sopir angkot bersama pemerintah daerah menghasilkan beberapa kesepakatan.

Berikut 3 point kesepakatan hearing antara pemerintah provinsi Bengkulu  dan aliansi angkot 5 warna kota Bengkulu;

1. Pemerintah Provinsi Bengkulu akan menindaklanjuti kegiatan hearing antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Aliansi Angkot lima warna Kota Bengkulu tentang keberadaan grab yang ada di Provinsi Bengkulu, dengan cara memerintahkan penutupan sementara (meng-offline-kan) terhadap kendaraan yang beroperasi mengangkut penumpang/masyarakat umum yang belum/tidak memiliki izin menyelenggarakan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek sebagaimana yang dipersyaratkan dalam peraturan Menteri Perhubungan Nomor : PM.108 Tahun 2017.

2. Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Kominfotik dan Dinas Perhubungan akan mengadakan pertemuan / rapat koordinasi dengan pihak Grab atau PT. STI (Solution Transportasi Indonesia) dan instansi terkait lainnya pada tanggal 5 September 2018.

3. Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Kominfotik dan Dinas Perhubungan akan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dan Satpol PP, untuk melakukan pengawasan terhadap Angkutan Sewa Khusus Online yang tidak/belum memiliki izin sebagaimana dimaksud.

Setelah mendapatkan jawaban atas aksinya, ratusan sopir angkot yang sejak pagi mogok ini, membubarkan diri dengan tertib. (Fredy-Media Center, Humas pemprov Bengkulu)
Read More »

Thursday, August 23, 2018

Rencana Aksi Daerah SDGs Diluncurkan, Rohidin Harap Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu Berkeadilan




Bengkulu-Pemerintah Provinsi Bengkulu luncurkan Rencana Aksi Daerah (RAD) Tujuan Pembangunan Berkerlanjutan (TPB) Sustainable Development Goals (SDGs) 2016-2021 bersama stake holder terkait, di Bengkulu pada Kamis (23/8/2018).

Saat itu juga diberikan penghargaan kepada OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan lembaga lain baik swasta maupun organisasi, atas peran mereka dalam menyusun RAD SDGs.

Pelaksana tugas Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dalam sambutannya mengatakan, implementasi RAD SDGs diharapkan mampu menciptakan perencanaan pembangunan yang berkelanjutan. Setidaknya, memperhatikan tiga poin besar yakni ekonomi yang berkeadilan, sosial dan kemanusiaan, serta keberlangsungan sumber daya alam.

"Fokuskan pada tujuan. Kita memahami bahwa masalah kita adalah kemiskinan, maka penyusunan kebijakan harus memperhatikan dampak ekonominya. Ekonomi bertumbuh, tapi mampukan menekan angka kemiskinan, atau justru mempertajam kesenjangan ?," papar Rohidin.

Berikutnya, lanjut alumni S3 Pengelolaan SDA dan Lingkungan IPB itu, kebijakan pembangunan haruslah memperhatikan sisi sosial dan kemanusiaan. Kemudian jika gagasan kebijakan pembangunan berhubungan dengan sumberdaya alam maupun lingkungan, juga harus diperhatikan kajian keberlangsungannya.

"Dampak ekonomi bagus, secara sosial juga tak bermasalah, tetapi dampak terhadap keberlangsungan resource juga lingkungan tidak seimbang, maka tidak akan menjadi pembangunan yang berkelanjutan," tegas Rohidin.

Dengan di-launching-nya RAD SDGs tersebut, Rohidin mengimbau perencanaan pembangunan dapat mempedomani dan terkoneksi dengan program SDGs. Sehingga target tujuan pembangunan dapat tercapai dengan diikuti pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, kehidupan sosial tertata baik, juga sumberdaya serta lingkungan yang terjaga.

Dalam kesempatan itu, Plt Kepala Bappeda Provinsi Bengkulu Noni Yuleisti menerangkan, RAD SDGs diluncurkan usai terbitnya Peraturan Gubernur Nomor 36 Tahun 2018 Tentang RAD Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
SDGs Provinsi Bengkulu. Dirinya juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi menyelesaikan dokumen SDGs.

Saat itu juga hadir Sekretaris Tim 2 TPB-SDGs Nasional, Wahyuningsih Darajati. Dikatakan Wahyuningsih, Provinsi Bengkulu merupakan provinsi ke-3 yang telah menyelesaikan dokumen SDGs dan meluncurkannya.

"Seperti dikatakan gubernur tadi, Indonesia sejatinya telah menerapkan kesepakatan serupa (SDGs) yang dikenal dengan MDGs -Milenium Development Goals. Kemudian untuk 2015 - 2030 SDGs ada 17 program," kata Wahyuningsih saat dialog usai peluncuran RAD SDGs di Bengkulu.

Untuk diketahui, Rencana Aksi Nasional TPB SDGs telah diluncurkan awal Juni lalu. 17 program SDGs yang dicanangkan 2015 hingga 2030 yaitu tanpa kemiskinan, tanpa kelaparan, kehidupan sehat dan sejahtera, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, air bersih sanitasi layak, energi bersih dan terjangkau, pekerjaan layak juga pe‎rtumbuhan ekonomi berkualitas.

Lalu, industri inovasi dan infrastruktur, berkurangnya kesenjangan, kota dan komunitas berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, penanganan perubahan iklim, ekosistem laut, ekosistem daratan, perdamaian keadilan dan kelembagaan yang tangguh serta kemitraan untuk mencapai tujuan.

"Kebetulan hadir di sini filantropi berbagai pihak, karena program SDGs ini menjadi tanggung jawab bersama baik dari pengusaha, pemerintah, dan juga akademisi tentunya," demikian tutur Wahyuningsih. (Jamal-Media Center, Humas Pemprov Bengkulu)


Read More »
COPYRIGHT © 2017 · THEME BY RUMAH ES