Wednesday, October 11, 2017

Skenario “Menyeduh" Kopi Bengkulu, Dari Lokal Hingga Internasional


coffee

Kopi Bengkulu

Indonesia merupakan negara produsen sekaligus eksportir kopi terbesar di dunia. Saat ini, produksinya berada di posisi ke empat, di bawah Brazil, Vietnam dan Kolombia.

Provinsi Bengkulu termasuk penghasil kopi terbesar di Indonesia. Menurut Pelaksana Tugas Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, produksi kopi Bengkulu berada di urutan ketiga. Produksi yang dihasilkan, mencapai 66 hingga 80 ribu ton pada 2016.

"Jika produksinya dibandingkan dengan provinsi lain, jumlah tersebut cukup besar. Tetapi jika diturunkan pada pendapatan petani, ini produktivitas per satuan lahan masih rendah sekali," tutur Rohidin dalam perayaan Internasional Coffe Day di Bengkulu, Rabu (11/10/2017).

Produksi kopi Bengkulu, lanjut alumni Institut Pertanian Bogor dengan predikat lulusan terbaik dan tercepat program Magister Manajemen Agribisnis ini, masih di kisaran angka 700 kilogram per tahunnya dalam satu hektar lahan. Rendahnya harga dan hasil produksi kopi, maka pendapatan petani juga rendah. 

Untuk itu, dirinya menyatakan pemerintah mendorong peningkatan produktivitas hingga promosi pemasaran. Kopi Bengkulu sendiri, menurut Rohidin kualitas mampu bersaing di pasar perkopian dunia. Ia menyebutkan, Bengkulu juga memproduksi specialty coffe yang memperkaya varian kopi Nusantara.

"Produk-produk kopi Bengkulu ini sudah mulai dikenal, konsumsi kopi Bengkulu juga harus terus menjadi tren gaya hidup," kata Rohidin.

Rohidin juga memaparkan, pemerintah terus berupaya mendorong peningkatan produktivitas dengan memanfaatkan teknologi pertanian, salah satunya dengan peremajaan tanaman kopi pada perkebunan rakyat. Kopi Bengkulu juga menjadi perhatian serius pemerintah agar terwujud agribisnis komoditas kopi yang berkelanjutan dan berdaya saing. 

"Tentu harapannya untuk kesejahteraan bagi semua pelaku usaha perkopian, dari hulu sampai hilir. Komoditas ini jelas meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian," demikian ucap Rohidin.

Dalam kesempatan yang sama, Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu Rasmawan menyampaikan pemerintah bakal membangun Kampung Kopi di Kabupaten Kepahiang dan Rejang Lebong. Dua kabupaten tersebut merupakan termasuk wilayah penghasil kopi di Provinsi Bengkulu. Kampung Kopi yang digagas adalah areal kebun kopi rakyat yang kemudian diintegrasikan dengan pariwisata.

"Kampung Kopi sudah kita survei, dan respon masyarakat sangat positif. Selain sektor perkebunan, ini terpadu dengan pariwisata serta perindag (perindustrian dan perdagangan. Red)," papar Rasmawan. 

minum kopi bersama
Minum kopi bersama

Merajai Kopi Dunia



Melalui peningkatan produktivitas kopi nasional, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan tekadnya mendudukkan posisi Indonesia sebagai raja kopi dunia. Setidaknya, mampu menyalip Vietnam yang kini di posisi kedua.

"Dulu kita nomer dua, kalau ini (produksi kopi) naik satu juta ton saja, kita bisa kembali ke peringkat dua. Kalau dua juta ton, kita merajai kopi dunia," tegas Menter Amran saat rakor perbenihan dan perbibitan di Bengkulu beberapa waktu lalu.

Menteri kelahiran Bone Sulawesi Selatan itu sempat menceritakan saat kunjungannya menghadiri WCPF (World Coffe Producers Forum) di Columbia bulan Juli lalu. Ia bertemu dan mendengar Bill Clinton berulang kali menyebutkan "Indonesian Coffe"

Brazil, terang Amran, memiliki hampir 2 juta hektar dengan produktivitas 1,4 ton per hektar, dan Vietnam dengan lahan 589 ribu hektar hasilkan 2,3 ton per hektar. Sementara, Indonesia seluas 1,23 juta hektar yang 1,19 juta hektar lahan milik perkebunan rakyat dengan produktivitas 0,6 ton saja. Tercatat produksi kopi nasional pada 2016 mencapai 639.305 ton.

4 comments:

  1. wah ini yg ngopi bareng hari senin maren ya, yah kita2 gak diajak nih sayang banget, kasian kopinya wkwkwkk

    ReplyDelete
  2. Aku akuin kopi indonesia itu sbnrnya paling enak. Buatku yg ga paham kopi, tp suka ngopi, yg ptg itu kopi ga bikin eneg dan ga terlalu strong. Tiap traveling ke luar negri, aku coba utk kopi di gerai2 nya. Ttp msh suka kopi indonesia. So far paling ga suka dan ga bisa ketelen itu kopi turki. Sumpah, kental banget, strongnya kelewatan, dan aromanya ga enak -_-. Mana mahal trs disajiin cm gelas keciiiil banget. Saking strongnya kali

    ReplyDelete
  3. Kopi kalo di Bengkulu banyak varian nya, kalo pencinta kopi datang le Bengkulu pasti dimanjakan sekali dengan kopi-kopinya

    ReplyDelete

COPYRIGHT © 2017 · THEME BY RUMAH ES