Wednesday, February 28, 2018

Stttttt Kopi Akan Jadi Komoditas Ekspor Utama Bengkulu Lho



Selasa kemarin berita bahagia tentang Kopi di Bengkulu menyebar kemana-mana. Apa pasal? Rupanya kedepan kopi akan menjadi komoditas ekspor utama Bengkulu, hal ini disampaikan Plt. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat menghadiri pelantikan pengurus Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Provinsi Bengkulu periode 2018 – 2023, Selasa (27/2).

Dijelaskan Plt. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah bahwa produksi kopi Bengkulu mencapai angka 60 – 70 Ribu Ton per Tahun dan merupakan ke 3 nasional dalam hal produksi kopi. Jika kopi dikelola dengan baik maka kopi akan menjadi komoditas ekspor utama Bengkulu.

“Selama ini kan keluar lewat Lampung, lewat Sumatera Selatan ini semua akan kita kelola dengan industri pengolahan siap ekspor,” jelas Plt. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

Selain itu jika 70 – 80 Ribu Ton itu di ekspor melalui Pelabuhan Pulau Baai selain akan meningkatkan harga pada tingkat petani juga dapat memperbaiki neraca ekspor Bengkulu maka pertumbuhan ekonomi Bengkulu akan semakin baik.



Yang tidak kalah penting adalah melakukan pembinaan pada petani agar produktifitas kopi dapat sesuai dengan standar yang ada, rata – rata produksi kopi masih berkisar 1 ton per tahun seharusnya bisa mencapai 2 ton per tahun.

“Kalau bisa di suport dengan bibit bagus dengan pendampingan sehingga semua produksi bisa standar,” ungakap Plt. Gubernur Rohidin Mersyah.

Terkait Pelantikan ini Plt. Gubernur Rohidin Mersyah menjelaskan bahwa AEKI akan menjadi mitra strategis bagi pemerintah, agar kopi Bengkulu betul – betul menjadi bagian untuk menggerakan ekonomi daerah, yang juga secara langsung pasti akan meningkatkan pendapatan masyarakat khususnya petani kopi.

Wakil Ketua Badan Pengurus Pusat AEKI Pranoto Sunarto dikesempatan ini mengharapkan agar AEKI Provinsi Bengkulu dapat bersatu untuk mengangkat nama Bengkulu di kancah perkopian karena menurutnya dari dulu tidak ada yang tidak kenal Bengkulu akan kopinya, namun semua kopi keluar lewat Lampung dan Palembang.

“Saya harapkan nanti dengan adanya pelabuhan dan lain sebagainya Bengkulu akan menjadi terbaik di Indonesia dengan kopinya,” harap Pranoto Sunarto.

Sejalan dengan itu ketua AEKI Provinsi Bengkulu terpilih Bebby Hussy mengungkapkan kunci untuk mengangkat kopi Bengkulu adalah sinergi seluruh stake holder untuk mendukung kopi Bengkulu. Karena banyak masyarakat Bengkulu yang bergantung kepada pertanian kopi.

“Saya yakin kopi Bengkulu ini bisa berjaya dan menjadi salah satu komoditas unggulan dari Provinsi Bengkulu yang akan datang,” jelas Bebby Hussy.

Tampak hadir dalam pelantikan ini Kapolda Bengkulu Brigjen Pol. Coki Manurung, Danrem 041 Gamas Kol. Inf. Irnando Arnold B. Sinaga, Danlanal Bengkulu Letkol Laut (P) Agus Izudin, Wakil Bupati Bengkulu Tengah Septi Periyadi, Kakanwil Kemenkumham Bengkulu, Rektor Unib, Kepala OPD Provinsi Bengkulu serta tamu undangan lainnya. (Morecka – Media Center, Humas Pemprov Bengkulu)

Berita ini adalah kerjasama antara Blogger Bengkulu dan Media Center Provinsi Bengkulu.

2 comments:

  1. Mantap,,kopi Bengkulu memang berkualitas lho kak. Perlu juga kita pikirkan jangan sampai kopi kita impor balik dalam bentuk olahan kopi yang lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, btul itu. Kalau ekspor bahan mentah eh terus impor olahannya meleset jg :D

      Delete

COPYRIGHT © 2017 · THEME BY RUMAH ES